7 Cara Pengolahan Limbah IPAL Rumah Sakit Berdasarkan Jenisnya

Ketika membahas IPAL Rumah Sakit hal yang penting untuk diketahui adalah teknik atau cara pengolahan limbah. Dengan pengolahan limbah yang tepat maka dampak buruknya bisa diminimalisir. Contoh dampak buruk yang mungkin muncul adalah adanya penyakit dan kerusakan pada lingkungan sekitar.

Jenis-jenis limbah di Rumah Sakit sangatlah banyak. Karena ada banyak sekali jenis limbah di Rumah Sakit maka cara yang digunakan pun juga sangat beragam. Apa sajakah itu? Simak penjelasan berikut ini.

1. Limbah Umum

Jenis limbah pertama yang akan dibahas adalah limbah umum. Limbah jenis ini mirip dengan limbah domestik dan bisa diolah dengan cara yang sama. Yang tergolong dalam jenis limbah ini adalah limbah dari air cucian, air sabun, dan sebagainya.

Pengolahannya tidak memerlukan teknik khusus yang sulit. Limbah jenis ini umumnya disimpan pada tempat sampah berplastik hitam. Hal itu dilakukan untuk membedakannya dengan jenis limbah lain.

2. Limbah Patologis

Jenis limbah selanjutnya yang perlu diketahui ketika menerapkan IPAL Rumah Sakit adalah limbah patologis. Tidak seperti jenis sebelumnya, limbah ini memerlukan penanganan khusus supaya tidak mencemari lingkungan. Pengolahannya dilakukan dengan menerapkan sterilisasi, insinerasi, dan landfill.

Selain itu pengolahan limbah ini juga dibarengi dengan penggunaan tempat sampah berplastik kuning. Yang tergolong dalam limbah jenis ini adalah jaringan, organ, atau cairan tubuh. Darah dan plasenta juga masuk ke dalam kategori ini.

3. Limbah Infeksius

Limbah yang satu ini cukup berbahaya jika tidak diolah dengan baik. Yang termasuk dalam jenis limbah ini adalah limbah yang mengandung mikroorganisme patogen. Jika sampai terpapar limbah ini maka dapat menimbulkan penyakit serius.

Teknik pengolahan yang dapat diterapkan adalah sterilisasi atau langsung dibakar di insinerator. Limbah ini memiliki tempat penyimpanan khusus yaitu disimpan pada tempat sampah dengan plastik kuning dan berlogo biohazard.

4. Limbah Farmasi

Semua bahan obat yang tidak digunakan lagi atau sudah kadaluarsa adalah contoh dari jenis limbah farmasi. Teknik pengolahan yang bisa diterapkan adalah insinerasi atau landfill. Tempat penyimpanan limbah jenis ini adalah di tempat sampah dengan plastik coklat.

5. Limbah Benda Tajam

Limbah ini harus diolah dengan hati-hati karena bisa saja menimbulkan luka bahkan infeksi jika tertusuk. Pengolahannya dengan cara dibakar di incenerator. Sebelumnya limbah ini harus dibungkus dengan kemasan yang dapat mencegah bahaya tertusuk. Limbah ini bisa disimpan di safety box.

6. Limbah Radioaktif

Selanjutnya ada jenis limbah radioaktif. Ini merupakan limbah yang terkontaminasi radionuklida dan umumnya memiliki sedikit daya radioaktivitas. Oleh karena itu sebenarnya limbah ini tidak berdampak buruk jika diolah dengan baik.

Pengolahannya dilakukan dengan menyimpannya sampai daya radioaktivitas berkurang atau habis. Setelah itu limbah ini bisa dibuang sebagai limbah non-radioaktif. Penyimpanan limbah ini menggunakan tempat sampah berplastik merah.

7. Limbah Kimia

Limbah ini tercipta dari sisa-sisa pembersihan atau prosedur desinfeksi, dan penelitian atau diagnostik. Umumnya limbah ini terbagi menjadi 2 yaitu limbah kimia berbahaya dan limbah kimia tidak berbahaya.

Pengolahan limbah kimia berbahaya harus menyesuaikan dengan jenis bahan kimianya. Sedangkan untuk limbah kimia yang tidak berbahaya bisa diterapkan teknik pengolahan yang tidak jauh berbeda dengan jenis limbah lain.

 

Itulah tadi pembahasan tentang pengolahan limbah IPAL Rumah Sakit berdasarkan jenisnya. Setiap jenis limbah yang ada di Rumah Sakit memerlukan penanganan yang berbeda. Dengan penanganan yang tepat maka limbah-limbah tersebut bisa diolah dengan maksimal dan meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan.