Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet

Adanya daftar pustaka dalam suatu karya ilmiah menunjukkan bahwa karya ilmiah yang dibuat bukan hanya masih orisinil, tetapi terdapat beberapa rujukan atau referensi yang membuat karya ilmiah tersebut semakin bagus. Namanya saja referensi, berarti tidak langsung dari pemikiran seorang penulis karya ilmiah, tetapi dari beberapa ahli. 

Dengan menulis daftar pustaka menandakan bahwa kita menghargai pemikiran-pemikiran orang lain sekaligus mengucapkan terima kasih karena sudah memberikan kemudahan dalam menyelesaikan karya ilmiah. Saat ini, untuk mencari dan mendapatkan referensi bukan hanya dari buku saja, tetapi sudah bisa diambil melalui internet. Oleh karena itu, sumber-sumber atau referensi akan lebih mudah untuk didapatkan, baik itu melalui artikel online atau website pribadi seseorang. 

Jika, kita menggunakan referensi melalui internet untuk menulis daftar pustaka, maka cara penulisannya akan berbeda dengan penulisan daftar pustaka buku. Jadi, supaya kamu tidak salah saat menulis daftar pustaka dari internet atau website dan tidak diberi teguran pemeriksa karya ilmiah, maka kamu bisa simak artikel ini sampai habis. 

 

Hal yang Harus Ada Dalam Penulisan Daftar Pustaka dari Internet

1. Nama Penulis

Dalam suatu website yang ingin dijadikan sebagai referensi dalam penulisan karya ilmiah pasti ada nama penulisnya. Oleh karena itu, untuk menulis daftar pustaka dari internet kamu harus mengetahui nama penulisnya tersebut. Dengan mengetahui nama penulis berarti kamu sudah menghargai karya dari penulis tersebut. 

Nama penulis dari suatu website bukan hanya dari penulis saja, tetapi bisa berasal dari suatu institusi atau organisasi. Jika, kamu mengambil referensi yang di mana nama institusi atau organisasi, maka yang ditulis adalah nama institusi tersebut. Oleh karena itu, kamu harus benar-benar mengecek lagi, referensi yang kamu pilih merupakan ditulis dengan nama penulis atau nama institusi. Baik itu, nama penulis atau nama institusi harus ditulis di bagian awal daftar pustaka. 

Selain itu, pada beberapa website ada juga yang tidak mencantumkan nama penulis atau nama institusi. Meskipun begitu, kamu tetap bisa menjadikan website tersebut sebagai sumber data referensi. Ketika kamu menemukan hal seperti ini, maka langsung menulis judulnya saja.

2. Tahun Referensi Dibuat atau Direvisi 

Tahun referensi dibuat ini harus ada di dalam menulis daftar pustaka dari internet. Oleh sebab itu, kamu harus benar-benar teliti tanggal referensi dibuat agar tidak terjadi kesalahan, sehingga bisa menghasilkan karya ilmiah yang baik dan benar. 

3. Judul Referensi yang Ada Di Website

Judul referensi merupakan langkah ketiga yang harus ada dalam menulis daftar pustaka dari internet. Untuk penulisan judul, bisa dilakukan dengan menggunakan huruf miring atau italic dan bisa juga menggunakan tanda kutip (“) pada bagian awal dan akhir judul. Dalam penulisan judul, yang digunakan adalah judul referensi bukan judul halaman website. Oleh karena itu, penulis karya ilmiah perlu untuk membedakan judul halaman website dengan judul referensi.

4. Tanggal Mengakses Website atau Situs

Dalam Penulisan daftar pustaka dari internet atau website harus mencantumkan kapan kamu mengakses referensi tersebut. Jadi, saat mengakses website, sebaiknya kamu mencatat tanggalnya agar tidak perlu mengecek riwayat pencarian di mesin pencarian. Dengan begitu, daftar pustaka akan lebih mudah untuk diselesaikan. 

Contoh:

Kementerian Kesehatan Indonesia. 2018. “Mengenal Stunting dan Gizi Buruk. Penyebab, Gejala, Dan Mencegah”, https://bintangtraner.com, diakses pada tanggal 10 Januari 2022.

 

Dari semua pembahasan itu dapat disimpulkan bahwa beberapa penulisan daftar pustaka dari internet hampir sama dengan penulisan daftar pustaka dari buku, seperti penulisan tahun yang ditulis setelah nama penulis. Selain itu, cara menulis daftar pustaka dari internet perlu dipelajari dengan baik karena tidak menutup kemungkinan kalau di kemudian hari kita mendapatkan tugas membuat karya ilmiah yang sumber atau referensinya dari internet. 

Ketika mengambil sumber dari internet, kamu harus mencatat tanggal membaca atau mengakses suatu website yang dijadikan sebagai sumber karya ilmiah. Selain itu, kamu juga harus memperhatikan nama penulis atau nama organisasi yang menulis sumber tersebut. Semoga pembahasaan kali ini bisa memberikan kamu manfaat dan bisa menerapkannya dalam menulis karya ilmiah dengan mudah. 

Jika, kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang penulisan karya ilmiah, maka bisa membeli bukunya di Gramedia.com. Di sana kamu akan menemukan buku-buku yang bisa membantumu dalam mengerjakan karya ilmiah atau tugas akhir atau skripsi.