Macam Kifosis yang Harus Anda Tahu

Kifosis merupakan salah satu kelainan tulang belakang yang menyebabkan tulang belakang mengalami kelengkungan berlebihan secara tidak normal sehingga seseorang akan terlihat membungkuk. Pada keadaan normal, tulang belakang mengalami kelengkungan antara 20 sampai dengan 45 derajat namun pada kifosis seseorang mengalami kelengkungan lebih dari itu.

Kebanyakan penderita kifosis tak mengalami masalah berarti namun bagi sebagian yang lain kifosis amat mengganggu karena menyebabkan timbulnya rasa kaku dan nyeri pada bagian tulang belakang. Rasa sakit ini amat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pada kasus berat, kifosis menyebabkan seseorang mengalami gangguan fungsi organ penting dalam tubuh seperti paru-paru, jantung, dan lainnya karena terhimpit oleh tubuh yang tidak proporsional.

Kifosis kerap dialami oleh remaja yang masih dalam masa pertumbuhan akibat sikap tubuh yang salah. Selain itu juga dialami oleh lansia yang mengalami pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Kifosis mempunyai beragam jenis diantaranya adalah sebagai berikut:

 

1. Kifosis Postural

Kifosis postural adalah yang paling sering dialami oleh remaja yang terjadi akibat postur tubuh dan sikap tubuh yang salah. Aktivitas yang dilakukan oleh tulang belakang secara berlebihan juga menjadi penyebab kifosis postural. Sementara pada orang tua, kifosis postural disebabkan oleh pengeroposan tulang atau osteoporosis.

 

2. Kifosis kogenital

Kifosis kogenital adalah kelainan sejak lahir yang menyebabkan bayi lahir dalam keadaan memiliki kelainan tulang belakang, kifosis. Ini disebabkan oleh perkembangan bayi dalam rahim yang kurang sempurna dalam tubuh.

 

3. Kifosis metabolik

Kifosis metabolik adalah kifosis yang terjadi sebab tubuh tak mampu menyerap atau memproses zat penting yang dibutuhkan oleh tubuh seperti mineral, fosfor, magnesium, dan kalsium. Karena tulang tak mendapatkan zat tersebut secara cukup menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mengalami kelengkungan secara tidak normal.

 

4. Kifosis pascatrauma

Kifosis pascatrauma ini dapat terjadi karena terdapat luka atau patah pada tulang belakang. Luka atau patah ini bisa terjadi karena kecelakaan, terjatuh, atau tertimpa sesuatu. Karena tulang belakang mengalami keretakan menyebabkan tulang belakang menjadi melengkung.