Yuk Ketahui Lebih Lanjut Pengertian dan Strategi Pemasaran yang Efektif

Supaya bisnis terus berkembang dan bisa memenangkan kompetisi bisnis, maka dibutuhkan adanya strategi pemasaran. Lantas apa itu strategi pemasaran? Seperti apa strategi pemasaran yang efektif? yuk simak penjelasan berikut ini dan kunjungi situs mastahbisnis.com untuk mendapatkan informasi seputar bisnis.

Pengertian Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah sebuah perencanaan perusahaan yang berupaya menjangkau target pasar yang ditentukan dan menjadikan mereka menjadi konsumen produk yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.

Dengan begitu, pelaku bisnis tidak memasarkan atau menawarkan produk ke sembarangan orang atau yang bukan target pasarnya. Perlu adanya strategi marketing yang tepat untuk menjangkau target pasar tersebut.

Selain itu, strategi pemasaran juga berfungsi untuk mempermudah koordinasi antar individu di tim pemasaran.

Strategi Pemasaran yang Efektif

Terdapat banyak strategi pemasaran yang dapat digunakan dalam berbisnis, antara lain:

1. Menentukan Tujuan dan Penyusunan Anggaran

Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan dalam pembuatan strategi pemasaran adalah menentukan tujuan pemasaran dan menyusun anggaran yang nantinya digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Setiap perusahaan memiliki tujuan yang berbeda beda, contohnya adalah untuk meningkatkan conversion atau konversi, meningkatkan revenue atau pendapatan, atau meningkatkan brand awareness.

Setelah tujuan sudah ditentukan, selanjutnya adalah menyusun anggaran. Mungkin untuk sebagian kalangan menilai bahwa penyusunan anggaran tidak dibutuhkan, tidak mengeluarkan dana untuk melakukan pemasaran. Mereka hanya memposting di media sosial. Namun hal tersebut kurang tepat.

Pelaku bisnis harus rela mengeluarkan dana guna untuk memasarkan produk yang dimilikinya. Contohnya adalah memasarkan melalui Facebook Ads, Google Ads, Endors, Instagram Ads, Tiktok Ads, dan lain lain.

Apabila hanya mengandalkan postingan di feed media sosial maka akan kalah dengan competitor dan kurang menarik konsumen. Ditambah dengan algoritma media sosial yang sering kali mengalami perubahan yang membuat postingan produk tadi terlewat oleh calon konsumen.

2. Menentukan Media Sosial Utama

Diera sekarang sudah tidak perlu bingung menentukan media sosial yang digunakan untuk melakukan strategi pemasaran. Karena sudah banyak pilihan, seperti Twitter, Facebook, Line, Instagram, dan lain lain.

Untuk memilih media sosial yang cocok dan tepat bagi bisnis, caranya adalah dengan meriset audiens. Salah satu cara yang digunakan untuk meriset audiens adalah dengan Teknik Bulls Eye. Teknik Bulls Eye bermanfaat untuk memetakan strategi pemasaran di media sosial yang dikembangkan oleh Justin Mares dan Gabriel Weinberg.

Terdapat lima langkah yang harus dijalankan pada Teknik Bulls Eye, antara lain Brainstorming, Rank, Prioritize, Test, dan Focus On.

3. Memanfaatkan Google Bisnisku

Google bisnisku merupakan fitur yang dimiliki google yang bermanfaat untuk mempermudah pelaku bisnis dalam melakukan pemasaran dan mempermudah calon konsumen dalam mendapatkan informasi bisnis secara lengkap. Mulai dari nama bisnis, nomor telepon, jam operasional, alamat perusahaan, alamat email, website perusahaan, foto perusahaan, review konsumen, dan lain lain.

Dengan memanfaatkan google bisnis, maka bisnis yang sudah didaftarkan akan terlihat atau muncul di Google Map. Konsumen akan mudah mencari lokasi bisnis dengan menggunakan Google Map.

4. Terapkan Content Marketing

Salah satu teknik marketing dengan cara membuat konten yang penting, secara konsisten, dan relevan dengan bisnis yang dijalani. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian audiens sehingga membeli produk tersebut.

Salah satu contoh platform yang digunakan untuk menerapkan content marketing adalah Instagram. Instagram dapat digunakan pelaku bisnis untuk mencari trafik yang tinggi menggunakan optimasi yang tepat.