Yuk Ketahui Lebih Lengkap Tips, Perbedaan Jurnal Khusus dan Umum

Dalam dunia akuntansi terdapat ilmu yang mempelajari mengenai teori dan jenis jenis jurnal. Hal ini merupakan hal dasar yang wajib diketahui. Banyak jenis jurnal, salah satunya adalah jurnal khusus. Sementara itu, jurnal khusus dibagi menjadi empat antara lain jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal penerimaan, dan jurnal pengeluaran kas. Jurnal khusus digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang memiliki sifat berulang ulang.

Nah, untuk lebih lengkapnya simak penjelasan jurnal khusus berikut ini dan kunjungi situs mastahbisnis.com untuk mendapatkan informasi seputar bisnis.

Tips dalam Mencatat Jurnal

Berikut adalah tips cara pencatatan jurnal dengan mengikuti syarat akuntansi :

  • Yang pertama adalah mengenali jenis transaksi yang dimasukan ke jurnal. Apabila salah memasukan jenis transaksi ke jurnal maka neraca tidak akan seimbang.
  • Cara kerja pemasukan maupun pengeluaran jumlah saldo juga harus di pahami. Pahami terlebih dahulu apakan jumlalh saldo tersebut bertambah atau berkurang.
  • Kerjakan pembuatan jurnal dengan jeli dan teliti. Jumlah nominal harus dicatat dengan benar dan harus diperhatikan dengan teliti. Dengan begitu akan meminimalisir kesalahan atau ketidak seimbangan antara kredit dan debit.
  • Jumlah total debit dan kredit harus sama. Apabila terjadi kesalahan atau dalam hal ini kredit dan debit tidak seimbang, maka perlu dilakukan analisis secara menyeluruh.

Perbedaan antara Jurnal Umum dan Jurnal Khusus

Kedua jurnal ini sekilas sama, namun sebenarnya terdapat perbedaan diantara kedua jurnal tersebut. Seperti pada pencatatan, format penulisan yang berbeda, dan isi dari kedua jurnal juga berbeda. Berikut adalah perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus.

1. Berdasarkan Fungsi

Adapun fungsi yang dimiliki dari jurnal umum, antara lain :

  • Historis. Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi dalam waktu pendek atau tidak sampai satu bulan.
  • Fungsi pencatatanya untuk periode tertentu.
  • Analisis. Membedakan akun mana yang dikridit maupun didebit.
  • Instruksi. Pemostingan dari jurnal umum ke buku besar dilakukan sesuai dengan jumlah penghitungan yang benar.
  • Informatif. Memberikan informasi mengenai transaksi yang sudah dilakukan melewati catatan jurnal umum.

Sedangkan fungsi yang dimiliki dari jurnal khusus, antara lain :

  • Jurnal penjualan. Jurnal ini digunakan untuk melakukan pencatatan transaksi kredit untuk penjualan suatu produk usaha.
  • Jurnal pembelian. Jurnal ini digunakan untuk melakukan pencatatan transaksi kredit untuk pembelian suatu produk usaha.
  • Jurnal penerimaan. Jurnal ini digunakan untuk melakukan pencatatan transaksi penerimaan kas yang berasal dari berbagai sumber.
  • Jurnal pengeluaran. Jurnal ini digunakan untuk melakukan pencatatan transaksi pengeluaran kas yang berasal dari berbagai sumber.

2. Berdasarkan Format Pengerjaan

Adapun format pengerjaan yang dimiliki dari jurnal umum, antara lain :

  • Jurnal ini memiliki dua kolom, yaitu kolom kredt dan kolom debit.
  • Digunakan untuk mencatat seluruh transaksi
  • Proses pencatatan bisa dilakukan secara individual.
  • Proses pencatatan atau posting buku besar dari jurnal umum dilakukan setiap terjadi transaksi

Sedangkan format pengerjaan yang dimiliki dari jurnal khusus, antara lain :

  • Proses pencatatan atau posting dilakukan secara berkala dan kolektif.
  • Pencatatan jurnal dilakukan secara periodik, biasanya pada akhir bulan.
  • Jurnal khusus memiliki empat jenis, antara lain jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal pengeluaran, dan jurnal penerimaan.
  • Proses pencatatan bisa dilakukan secara kelompok.
  • Biasanya memiliki banyak kolom.